KETERBATASAN
Keterbatasan merupakan hal yang paling dibenci dan
dihindari oleh setiap orang. Mereka mati-matian menutupi ketebatasannya dengan
cara mereka masing-masing. Meskipun mereka sudah menutupi keterbatasannya tetap
saja suatu saat nanti orang lain akan tahu tentang hal yang ditutupi tersebut.
Manusia tidak hidup hanya dengan keterbatasannya tetapi juga kelebihannya.
Jikalau berpikir positif sebenarnya kelebihan lebih banyak dari pada
kekurangan. Akan tetapi sifat harfiah tamak dari manusia yang menyebabkannya
lebih berpikir hal yang tidak dimiliki dari pada yang telah dimilik.
Banyak jenis mengenai kekurangan baik fisik maupun
mental. Akan tetapi, kebanyakan manusia terkonsentrasi pada kekurangan fisik,
salah satu contohnya adalah kegemukan yang sangat menjadi momok bagi setiap
wanita. Mayoritas wanita rela menghabiskan seluruh waktu,tenaga, dan uangnya
untuk merawat diri. Bahkan mereka rela menyiksa diri demi mendapatkan penampilan
fisik yang sempurna. Sungguh hal yang sangat ironis, karena mereka cenderung
mengesampingkan kecantikan hati dan mendewakan kecantikan fisik semata. Memang
pada hakikatnya seluruh anggota tubuh berhak memperoleh perlakuan istimewa dari
kita tetapi itu tidak dianggap sebagai dewa atas segalanya.
Kenyataan di atas terjadi pada para wanita yang belum
terbuka pikirannya, bahwa wanita yang menarik adalah wanita yang cantik hatinya
dan cantik di hadapan Allah. Seorang pria tidak akan tertarik pada wanita yang cantik
fisiknya saja. Karena cantik fisik dapat hilang dimakan waktu dan bisa dibuat
secara instant seperti mie instant. Sebaliknya seorang wanita tidak tertarik
pada pria yang hanya rupawan tetapi tidak tampan hatinya. Jika ada seorang
wanita yang suka akan pria seperti itu berarti dia hanya ingin mengumbar
nafsunya dan menciptakan sensasi sesaat.
Sebenarnya di balik kekurangan pasti ada hikmah istimewa
yang terkandung di dalamnya. Jangan pernah lihat seseorang dari kekurangannnya.
Jika kau melihat dari kekurangannya maka kau akan cenderung meremehkannya dan
menganggapnya tidak ada gunanya. Padahal mungkin dia hebat pada suatu bidang
yang kau belum tentu bisa melakukannya dengan baik. Akan tetapi, jika kau
melihat seseorang dari kelebihannya maka kau akan lebih menghargai perbedaan
dan mengaggapnya orang yang istimewa. Memang tidak mudah membudayakan berpikir
seperti itu, tetapi apa salahnya mencoba untuk terus mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Allah mencipkan manusia dengan keterbatasannya masing-masing
sehingga mereka tidak sombong akan dirinya dan terus bersyukur atas kelebihan
yang telah diberikan Allah padanya. Sehingga optimalkan yang kita miliki dan
tidak selalu menuntut kesempurnaan.

